Proximity Blindness: Fenomena yang Dialami Hampir Semua Kreator Konten - GPComp Gadget Mania

Proximity Blindness: Fenomena yang Dialami Hampir Semua Kreator Konten

Ada hal aneh yang hampir semua kreator rasakan, tapi jarang dibicarakan.

Kamu posting konten. Dapat ratusan like, komentar dari orang-orang yang tidak kamu kenal, bahkan ada yang DM bilang kontenmu ngena banget di hati mereka.

Tapi orang tua, sahabat lama, atau sepupu kamu? Diam saja. Paling-paling cuma di-seen.

Kenapa bisa begitu?


Ada Nama Ilmiahnya: Proximity Blindness

Fenomena ini punya istilah dalam psikologi: Proximity Blindness, atau kebutaan karena kedekatan.

Sederhananya, otak manusia cenderung meremehkan hal yang terlalu familiar. Orang yang sudah lama mengenalmu secara tidak sadar menyaring informasi baru tentang kamu, karena mereka merasa sudah "tahu" siapa kamu.

Mereka tidak melihat kreator yang sedang berkembang. Mereka masih melihat kamu yang dulu, yang minta tumpangan, yang pernah gagal ujian, yang masih belajar jalan.

"Orang terdekat sering menjadi yang terakhir menyadari nilaimu, bukan karena mereka jahat, tapi karena otak mereka sudah terlanjur memberi label padamu."


Orang Asing Tidak Punya Beban Itu

Nah, di sinilah menariknya.

Orang yang tidak mengenalmu sama sekali datang dengan slate yang bersih. Tidak ada prasangka, tidak ada sejarah, tidak ada ekspektasi.

Mereka menemukan kontenmu hari ini, dalam versi terbaikmu hari ini.

Mereka tidak peduli kamu pernah gagal. Mereka tidak tahu kamu pernah ragu. Mereka hanya tahu satu hal, kontenmu berbicara langsung ke mereka.

Dan itulah yang bikin mereka like, share, bahkan follow.


Bahkan Ulama Besar Pun Mengalaminya

Fenomena ini bukan hal baru. Bahkan dalam sejarah Islam pun kita bisa melihatnya.

Imam Syafi'i, salah satu ulama terbesar sepanjang masa, justru pemikirannya berkembang dan diakui paling luas bukan di tempat ia lahir, melainkan ketika beliau merantau. Dari Mekkah ke Baghdad, lalu ke Mesir.

Di Mesir-lah mazhab Syafi'i tumbuh subur dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Nusantara yang kita diami hari ini.

Beliau tidak menunggu kampung halamannya mengakui dulu baru bergerak. Beliau terus berkarya, dan dunia yang akhirnya datang menghampiri.


Lalu Apa Artinya Buat Kamu?

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url